aku termenung di pinggir danau. mengamati segala yang di sekitarku. air, gunung, burung, dan bangunan lainnya.. aku memeluk kakiku hingga daguku bertumpu pada kedua lututku. merasakan angin yang menghembuskan rambutku..
lambat laun kegalauan itu datang.. kenangan masa lalu yang manis dan pahit mulai terkenang, aku mengambil handphoneku mulai mendengarkan lagu melow.
jaket ungu yang kupakai menghangatkan tubuhku..
masa laluku dengan mereka, dia, dan mereka lagi. mereka siapa? dia siapa?
mereka itu... bersama merekalah aku belajar arti hidup. menjalani kehidupanku dengan senyum kepahitan.
setiap hari tersenyum seolah-olah aku bisa hadapi kesendirianku tapi ternyata aku tidak lebih kuat dari selembar kertas tipis. senyumku penuh dengan kebohongan. jujur saja, aku sering menyembunyikan segala masalahku bahkan kepada orang-orang terdekatku..
ternyata aku sangat rapuh.
aku melihat sekelilingku, banyak kerikil batu. aku tersenyum.. ternyata aku seperti kerikil itu. kerikil itu begitu mudah untuk di tendang, begitu jugalah aku sangat mudah untuh goyah...
aku takut untuk menghadapi keesokan hari. aku selalu bertanya dalam batinku, apa yang terjadi besok? burukkah? indahkah? ketika aku mulai terlelap pun, aku takut untuk bangun. ketika aku hari ini bahagia, aku takut kebahagiaan yang kurasakan hanya untuk sesaat saja :'(
aku sudah lama tidak bernafas dengan tenang. dan ketika aku merasakan senang, aku takut waktu akan merenggut semua kesenangan itu dari ku..
aku juga seorang manusia yang biasa.. jika aku senang, aku akan tertawa. jika aku sedih, aku akan menangis.
aku juga manusia yang penuh dengan kekhawatiran yang mendalam..
kenapa aku selalu merasakan kebahagiaan dalam sehari? seberapa singkatnya waktu ini? hingga aku selalu merasakannya dalam sekejap saja :'(
bila hatiku dapat berbicara, mungkin akan banyak kata-kata sedih yang ia keluarkan. jika hatiku dapat berbicara, mungkin dia sudah lelah tersakiti. bila hatiku dapat berbicara mungkin dia sudah lelah menjadi sebuah HATI. jika hatiku dapat berbicara, mungkin dia akan menangis sama sepertiku. bila hatiku dapat berbicara, mungkin dia akan mengatakan "aku lelah menjadi salah satu bagian tubuhmu. aku lelah bila aku harus menangis di dalam situ. bisakah aku keluar dari tubuhmu?"
bila hatiku dapat berbicara, mungkin akan banyak kata-kata sedih yang ia keluarkan. jika hatiku dapat berbicara, mungkin dia sudah lelah tersakiti. bila hatiku dapat berbicara mungkin dia sudah lelah menjadi sebuah HATI. jika hatiku dapat berbicara, mungkin dia akan menangis sama sepertiku. bila hatiku dapat berbicara, mungkin dia akan mengatakan "aku lelah menjadi salah satu bagian tubuhmu. aku lelah bila aku harus menangis di dalam situ. bisakah aku keluar dari tubuhmu?"
Dia...
dia datang ke hidupku dengan sejuta warna.. menggoreskan warna itu dengan rapi dalam hidupku.. rasanya mengenalnya sejak kecil hingga sekarang sesuatu yang tak terlupakan..
walaupun aku memilikinya terkadang aku merasa tidak memiliki hatinya.. tetap saja aku merasakan kesendirian yang begitu mendalam. tetap saja aku merasakan angin itu menusuk hingga ke dalam tulangku. tetap saja aku selalu menangis sendirian dan tanpa dia..
walaupun begitu, dia tetaplah dia. dia tetap malaikatku.. dia yang ada saat aku butuh pundak untuk bersandar.
.


