Jumat, 04 Januari 2013
tali sepatu
benar saja. rasanya ingin ku sudahi semua. ingin ku lampiaskan amarahku pada seseorang. saat aku jatuh terkulai di hamparan rumput banyak orang yang melihat tapi pura-pura tak melihatnya. kalau begitu, bisakah aku berteriak pada langit jika memang mereka tak melihat aku? tidak. aku rasa tidak bisa. mereka hanya akan menertawai kebodohanku. ironis sekali. saat kau menginginkan sesuatu yang paling berharga untukmu tapi semua sudah terlambat. pada akhirnya, kenyataan dikupingmu berteriak bahwa kau tidak bisa menginginkannya lagi. tetapi ada sesuatu yang bahkan kau tidak inginkan datang ke kehidupanmu, menunggumu sampai kau benar-benar menginginkannya. mana yang kau pilih, sesuatu yang kau inginkan tetapi tidak dapat kau miliki lagi atau sesuatu yang tidak kau inginkan tapi tetap menunggumu? yah aku tahu. sesungguhnya tidak ada kata-kata yang layak mewakili apa yang terjadi pada hidupku sekarang. aku tidak cukup bodoh untuk mengakhiri semuanya sekarang. akan sangat menyedihkan ketika aku bercermin dan lagi-lagi kulihat bayanganku sendiri yang murung. ingin kuperbaiki, sebenarnya. hahh sungguh memusingkanku. tiba-tiba saja pendewasaan ini terasa sangat membosankan. rasanya ingin menjadi anak kecil saja. rasanya ingin tangan itu tetap mengelus rambutku yang ikal ini. rasanya ingin menjadi tokoh kartun "spongebob squerpants" saja, yang begitu semangat dan tertawa jika itu memang membahagiakannya. bukankah sesungguhnya kebahagiaan itu ada setiap waktu? tunggu dulu, bukankah selalu ada pelangi setelah hujan? aku menyukai hujan tapi ntah kenapa aku tidak pernah melirik keluar jendela untuk menyaksikan adanya pelangi. pantas saja, aku selalu lihat langit yang berwarna abu-abu. pantas saja, aku tidak pernah kuat. pantas saja, aku bisa jadi semenjengkelkan ini. mencoba untuk membuka hidup yang baru itu tidak semudah yang kubayangkan. tiba-tiba saja aku merasa seperti burung kecil yang dipaksa untuk terbang. menghadapi kenyataan seorang diri walaupun itu pahit dan mencoba untuk mempelajarinya seorang diri dalam waktu yang cukup singkat. tak terhitung sudah berapa kali ini terjadi dalam hidupku. jatuh dan membuatku merasa kecil di dunia ini. tak percaya dan menjadi seseorang yang pesimis. saat keoptimisanku itu datang ada sesuatu yang menubrukku dan membuatku jadi pesimis. bagaimanapun aku adalah salah satu karya Tuhan yang sama seperti karya-Nya yang lain. jika aku gembira maka aku tertawa. jika aku sedih maka aku akan menangis. tapi ada saat-saat yang menyakitkan dan memaksaku untuk tetap tersenyum. aahh, beginikah proses pendewasaan itu? dan sekarang, apa aku salah bila meminta pelangi kembali? aku tahu. aku percaya. ini sebahagian dari rencana-Nya dan sesungguhnya masih banyak rahasia kehidupan yang belum terbongkar. Bapa, aku tahu Kau tak pernah meninggalkanku sendiri. aku tahu masalah-masalah ini membantuku untuk lebih dewasa. tapi bisakah, ada orang yang benar-benar tahu tentang tawaku? bukankah bila mereka memang benar-benar sudah mengenalku seharusnya mereka dapat mengetahui tawaku? bukankah seharusnya mereka dapat membedakan mana tawa dan mana yang benar-benar tawa? bukankah seharusnya mereka peduli terhadap kebahagiaan dan kesedihanku? Tuhan hanya Kau yang dapat melihat semuanya. bahkan ketika aku berharap seseorang yang ribuan mil jaraknya dariku bisa memberikan bantuan tapi yang kudapat malah kesakitan. aku menganggap semuanya klasik, bukan berarti aku tidak menganggapnya tidak sukar. aku menjalani semuanya dengan praktis tapi bukan berarti aku tidak menganggapnya sepele. aku hanya menjalani semua. membiarkan semua mengalir seperti air. membiarkan sang waktu menjawab semua teka-teki dunia ini tetapi bukan berarti aku membiarkan waktu memenangkan semua teka-teki ini. rasanya seperti sebuah permainan, jika kau terjebak didalamnya dan tidak tahu arah keluar maka kau tidak bisa melanjutkan permainan dan memulainya lagi dari awal. bukankah hidup mengajarimu seperti itu? bersyukurlah. taklukkan saja apa yang ada didepanmu. masih ada kebahagiaan-kebahagiaan yang lebih menakjubkan didepan sana. iringi saja tiap langkahmu dangan berdoa. yakinkan saja langkahmu dan ikatlah tali sepatumu dengan kuat.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar