Minggu, 14 September 2014
mungkin
Jadi, kalau di entri sebelumnya aku berencana mengikat tali sepatuku, di entri ini aku akan tetap bercerita bagimana aku akan memulai mengikat tali sepatuku.
Aku sedang berada di proses pendewasaan, yang dimana semua orang mengatakan dewasa itu membosankan. Mungkin iya, mungkin..
Akhir-akhir ini terlalu banyak hal yang menjadi pelajaran. Hal menggenggam dan hal melepaskan. Melepaskan. Tidak semudah ketika engkau menggenggam pasir dan kemudian pasirnya terjatuh bebas melalui celah tanganmu. Tidak semudah melepaskan balon ke udara.
Mungkin susulit memberikan sedikit makanan kesukaanmu yang sudah lama engkau tunggu untuk makan kepada temanmu. Sesulit melawan rasa takutmu.
Tidak ada yang suka kehilangan ketika kita sudah benar-benar menyukainya. Tapi mungkin sejak kecil pun kita sudah belajar untuk melepaskan. Contohnya, ketika mainanmu rusak dan jalan satu-satunya adalah menangis di pangkuan ayah/ibumu.
Melepaskan. Kehilangan. Itu seperti matamu terkena sesuatu yang membuat pedih dan tak ada satu pun yang membuatnya lebih baik. Seperti ketika engkau sehabis lari dan butuh udara banyak. Selalu. Berusaha. Untuk. Membuat. Keadaan. Lebih. Baik.
Terkadang kita terlalu larut dalam suasana yang kita genggam hingga suatu saat ketika kita sadar bahwa kita harus melepas, hal yang kita lakukan adalah mencoba menggenggamnya sekuat apapun, dengan cara apapun. Dan pada akhirnya, kita memang harus melepaskan..
Seperti halnya berenang. Ada kalanya muncul di permukaan air untuk mengambil nafas, mungkin seperti halnya menggenggam-melepaskan.
Saat kita sudah berenang terlalu jauh dan kita butuh oksigen.
Saat kita sudah menggenggam terlalu jauh dan kita butuh jeda, berdiam diri, dan mungkin untuk melepaskan atau menggengamnya kembali.
Sudah berjalan terlalu jauh untuk saat ini. Untuk menoleh ke belakang pun mungkin tidak sempat. Terlalu lamban kalau memikirkan berbagai kesalahan tetapi tidak ada usaha untuk berubah. Terlalu ironis mengharapkan suatu perubahan saat-saat kita sudah kehilangan rasa percaya.
Saat kita melepaskan, akan ada banyak hal baru yang menunggu kita. Dan saat kita ingin menggenggam-mungkin tidak menggengam sekedar ingin mengetahui apa yang terjadi-tidak ada kesempatan untuk memulainya kembali.
Bahkan sebuah sapaan "Hi!" pun mungkin tidak berguna lagi karna mungkin mereka mengabaikanmu.
-people change and i'm this close to losing it-
Rasanya (dalam suatu waktu) ingin berada di tempat yang aku merasa "ini adalah bagian dari aku dan aku bagian dari mereka" and everything is just the way they are.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar